[Download] Rekaman Kajian Rutin kitab “Syarh Masa-ilul Jahiliyyah”

Berikut ini adalah kumpulan rekaman kajian:
– Kitab : Syarh Masa-ilul Jahilliyah karya Syaikh Sholih Fauzan |unduh 1.3MB|
– Pemateri : Al Ustadz Hamzah
– Tempat: Masjid Mapolsek Delanggu
– Waktu: Setiap Kamis ba’da Magrib
– Keterangan: Masih Berlangsung
 .
NB: Bagi pengguna ponsel, mungkin file kajian ini susah diunduh dengan Opera Mini, silahkan gunakan browser lain.
No
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
1
Muqoddimah File tidak ada
2
Masalah ke-1- Berdoa Kepada Wali (bagian 1)
5.1
3
Masalah ke-1- Berdoa Kepada Wali (bagian 2) File tidak ada
4
Masalah ke-1- Berdoa Kepada Wali (bagian 3)
6.1
5
Masalah ke-1- Berdoa Kepada Wali (bagian 4)
7.4
6
Masalah ke-1- Berdoa Kepada Wali (bagian 5)
5.3
7
Masalah ke-2- Berpecah dalam Ibadah dan Agama (bagian 1)
6.0
8
Masalah ke-2- Berpecah dalam Ibadah dan Agama (bagian 2)
6.4
9
Masalah ke-2- Berpecah dalam Ibadah dan Agama (bagian 3)
7.9
10
Masalah ke-2- Berpecah dalam Ibadah dan Agama (bagian 4) File tidak ada

Baca lebih lanjut

[Adab Makan#09] Hadits 761-766 : “Larangan Minum Langsung dari Teko”

Beberapa faedah dari  pembacaan kitab adab makan di pertemuan ke 9:
Hadits ke 761-763:
  1. Anjuran untuk tidak minum dengan menenggak langsung dari teko
  2. Jika ada hajat, boleh minum sambil berdiri
  3. Jika ada hajat, boleh minum langsung dari teko

Hadits ke 764:

  1. Larangan untuk meniup air minum

Baca lebih lanjut

[Al Mulakhosul Fiqhi] Sunnah-Sunnah di dalam Shalat dalam Bentuk Ucapan

Selain rukun dan kewajiban, ada pula sunnah-sunnah dalam shalat yang bisa dikerjakan. Sunnah di dalam shalat terbagi menjadi 2, yakni dalam bentuk ucapan dan dalam bentuk perbuatan. Pada pertemuan ke-47 pembacaan kitab al Mulakhosul Fiqhi, dibacakan tentang sunnah dalam bentuk ucapan, dan Syaikh Shalih Fauzan menyebutkan sunnah dalam bentuk ucapan, di antaranya:

  1. Membaca do’a istiftah setelah takbiratul ihram
    Dengan adanya berbagai macam bacaan istiftah, maka afdhal jika berganti-ganti yang dibaca ketika shalat, namun dilarang menggabungkan dua atau lebih jenis bacaan dalam satu shalat.
  2. Ta’awudz
    Disunnahkan di setiap awal rakaat. Baca lebih lanjut

[Al Mulakhosul Fiqhi] Kewajiban – Kewajiban dalam Shalat

Dalam pertemuan ke-46 pembacaan kitab Al Mulakhosul Fiqhi, dijelaskan mengenai 8 kewajiban-kewajiban dalam shalat

Kewajiban ke-1: Seluruh Takbir selain Takbiratul Ihram

Takbir pada peralihan gerakan disebut takbir intiqol. Pendapat yang rajih, takbir diucapkan seiring dengan gerakan perpindahan.

Kewajiban ke-2: At Tasmi’ bagi Imam dan Munfarid

At Tasmi’ yaitu membaca sami’allahu liman hamidah, ketika i’tidal.

Kewajiban ke-3: Tahmid bagi Imam, Ma’mum dan Munfarid

Kewajiban tahmid yakni membaca rabbana walakal hamdu, setelah tasmi’. Kewajiban ini berlaku untuk imam, makmum, maupun munfarid.

Baca lebih lanjut

[Al Mulakhosul Fiqhi] Rukun Sholat (2) Takbiratul Ihram; (3) Membaca Al Fatihah

Dalam pertemuan ke-42 pembacaan kitab Al Mulakhosul Fiqhi, dijelaskan mengenai rukun sholat yang ke-2 dan ke-3, yakni:

Rukun ke-2: Takbiratul Ikhrom di awal sholat

Takbir yang menjadi rukun adalah yang pertama (di awal sholat). Takbiratul ikhram mebabkan seorang haram melakukan perkara-perkara di luar sholat. Lupa maupun dengan sengaja tidak takbiratul ikhram akan menyebabkan batal sholatnya dari awal hingga akhir.

Adapun kondisi tertentu, yakni:
1. Jika orang bisu; maka pendapat yang rajih adalah cukup membaca takbir di dalam hati jika tidak perlu dengan lisannya
2. Jika seorang yang tidak bisa bahasa Arab dan belum bisa mengucap takbir, maka boleh mengganti dengan bahasanya sendiri yang mempunyai makna sama.

Kalimat takbir dalam sholat tidak boleh diganti dengan kalimat yang lain, misalnya Allahu a’dhom.
Baca lebih lanjut

[Al Mulakhosul Fiqhi] Rukun Sholat : Berdiri

Di dalam menegakkan sholat terdiri dari 3 perkara, yaitu: Rukun, Kewajiban, dan Sunnah.
Rukun sholat diartikan sebagai sesuatu yang ada di dalam sholat yang jika ditinggalkan baik sengaja  maupun tidak sengaja (lupa) akan membatalkanya. Keadaan batal itu bisa seluruh sholat (misal: tidak takbiratul ihram) atau batal 1 rakaat (misal: tidak sujud).
Kewajiban sholat diartikan seebagai sesuatu yang jika ditinggalkan dengan sengaja akan meembatalkannya, namun jika karena lupa (tidak sengaja) maka tidak batal dan perlu ditambahkan sujud sahwi.
Adapun Sunnah sholat adalah amalan yang jika ditinggalkan dengan sengaja maupun tidak sengaja tidak membatalkan sholat tetapi bisa mengurangi kesempurnaan pahala shalat.
Baca lebih lanjut

[Tafsir Ayatil Ahkam #01] Muqoddimah dan Nama Al Fatihah

Berikut ini adalah rekaman kajian rutin pada:
– Hari : Sabtu
– Tanggal : 6 Muharram 1435 / 9 November 2013
– Tempat : Masjid Mapolsek, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah
– Pemateri : Al Ustadz Abu Hafs Marwan (Pengasuh Ma’had Ittiba’us Sunnah, Sukoharjo)
– Materi : Tafsir Ayatil Ahkam (dari transkrip dars bersama Syaikh ‘Abdullah Al Mar’ie pada 1426 H)
– Tema : Muqoddimah dan Nama Al Fatihah
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Muqoddimah dan Nama Al Fatihah
5.81

Barakallahu fiikum

[Adab Makan#04] Hadits 738-730 : “Mengundang Makan dan Mengambil Makanan yang Dekat”

Beberapa faedah dari pertemuan kedua pembacaan kitab adab makan:
Hadits ke 738:
  1. Bolehnya mengundang makan dengan membatasi jumlah tamu
  2. Dianjurkan memberi syafaat kepada teman
  3. Jika ada keutamaan, hendaknya berbagi dan tidak bakhil

Baca lebih lanjut

[Kajian Rutin] Kitabul Adab Makan dari Kitab Riyadhush Shalihin

Berikut ini adalah kumpulan rekaman kajian rutin:
– Hari : Selasa 2 pekan sekali  
– Waktu : Ba’da Maghrib – ‘Isya
– Tempat :  Masjid Mapolesek Delanggu, Klaten
– Keterangan : tempat kajian khusus laki-laki
– Kitab : Riyadhush Shalihin karya Al Imam An Nawawi rahimahullah
– Pemateri : Al Ustadz ‘Abdul Malik (Pengasuh Ma’had Al Madinah, Surakarta)
(E-book) Riyadhush Shalihin
10.5 MB

.

No
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
1
Hadits 727-731: Membaca Tasmiyah Sebelum Makan 5.03
2
Hadits 732-734: Mebaca Hamdalah Setelah Makan
5.02
3
Hadits 735-737: Larangan Mencela Makanan 3.84
4
Hadits 738-740: Mengundang Makan dan Mengambil Makanan yang Dekat
5.16
5
Hadits 741-744: Larangan Memakan Dua Buah Sekaligus, dan Anjuran Makan Bersama 5.26
6
Hadits 744-746 : Larangan Makan dengan Duduk Muttakian
5.49
5
Hadits 748-753: Makan dengan 3 Jari, Menjilat Jari, dan Mengusap Jari 5.32

Barakallahu fiikum

[Al Mulakhosul Fiqhi] Udzur Tidak Menghadap Kiblat dan Cara Menentukan Kiblat

Orang-orang yang diberi udzur untuk tidak menghadap kiblat ketika shalat ada 4 ketentuan:

  1. Tidak mampu menghadap kiblat
    a. Karena diikat atau dipenjara sehingga tidak mampu menghadap kiblal
    b. Orang yang disalib
  2. Dalam situasi genting, seperti peperangan (yang genting), lari dari banjir atau api, atau lari dari musuh
  3. Orang yang sakit dan tidak mampu menghadap kiblat, serta tidak ada yang membantunya
  4. Orang yang sedang safar di atas kendaraan dan shalat yang dikerjakan adalah shalat sunnah (bukan fardhu)

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: