[Kitabul Adab] Hadits ke 722-726 (selesai): “Teladan Rasulullah dalam Menggunakan Tangan Kanan”

Pada pertemuan ke-21 (pertemuan terakhir pembacaan kitabul adab -walhamdulillah-) ada banyak faidah yang bisa diperoleh dari kitab Riyadhus Shalihin. Ada teladan-teladan dari Rasulullah dalam mendahulukan bagian kanan.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak rekaman kajian yang telah terselenggara pada:
– Hari : Selasa
– Tanggal : 10 Sya’ban 1434 / 18 Juni 2013
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu, Klaten
– Kitab : Kitabul Adab, dari Kitab Riyadhus Shalihin [download | 10.5 MB]
– Pemateri : Al Ustadz ‘Abdul Malik
– Tema:  Teladan Rasulullah dalam Menggunakan Tangan Kanan

Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Teladan Rasulullah dalam Menggunakan Tangan Kanan
4.38

Barakallahu fiikum jami’an.

[Al Mulakhosul Fiqhi] Istihadhoh dan Hukum-Hukum yang Syari’at yang Terkait Dengannya

Istihadhoh adalah keluarnya darah di luar waktu haidh, yang keuar dengan membanjir (banyak) dan berasal dari urat.
Keadaan perempuan yang mengalami istihadhoh ada 3, yakni:
  1. Seorang perempuan telah memiliki kebiasaan haidh yang teratur (jumlah hari dan waktunya), maka yang dianggap darah haidh adalah seperti adat kebiasaannya, sisanya dianggap sebagai darah istihadhoh.
  2. Seorang perempuan tidak mempunyai kebiasaan haidh yang teratur, namun mampu membedakan dengan jelas antara darah haidh dengan darah istihadhoh dari cirinya (warna hitam, kental, dan berbau khas).
  3. Seorang perempuan tidak mempunyai kebiasaan haidh yang rutin (atau mungkin lupa, -red*), dan tidak mampu membedakan dengan jelas perbedaan darah haidh dan istihadhoh, maka yang dianggap haidh adalah seperti kebanyakan perempuan, yakni 6-7 hari.

Maka, untuk mengetahui keadaan perempuan yang keluar darah, dilakukan seperti ketiga urutan di atas.

Baca lebih lanjut

[Al Mulakhosul Fiqhi] Pembatal – Pembatal Tayamum

Beberapa sebab yang membatalkan tayamum tayamum adalah:
  1. Segala yang membatalkan wudhu dan segala yang membatalkan mandi wajib
  2. Adanya air
    – Jika air ada ketika di tengah-tengah shalat, maka pendapat yang rajih adalah membatalkan shalat kemudian wudhu
    – Jika air datang ketika shalat selesai, maka tidak perlu mengulang shalat
  3. Hilangnya alasan yang membolehkan tayamum
  4. Keluarnya waktu shalat (namun pendapat ini lemah)
Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak rekaman kajian pada:
– Hari : Kamis
– Tanggal : 2 Muharram 1433 / 11 November 2012
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu
– Kitab : Al Mulakhosul Fiqhi karya Syaikh Sholih Al Fauzan hafizahullah | download
– Materi : Pembatal-Pembatal Tayamum
– Pemateri : Al Ustadz Abul Hasan ‘Aliy Cawas
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Pembatal – Pembatal Tayamum
4.8

Barakallahu fiikum

[Al Mulakhosul Fiqhi] Tata Cara Mandi Sempurna

Ada faidah tambahan dari kitab Al Wajiz, karya Syaikh ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi, disebutkan tentang hal yang menyebabkan disunnahkannya mandi:
1. Hendak mengulang jima’
2. Hendak shalat id di 2 hari raya
3. Hendak memasuki kota Makkah
4. Hendak berihram ketika haji / umrah.

Asy Syaikh Sholih Fauzan menyebutkan tata cara mandi sempurna:
1. Dengan niat
2. Mengucap Bismillah, kemudian mencuci kedua telapat tangan 3x, kemudian mencuci kemaluan
3. Berwudhu secara sempurna
4. Mengguyur air ke kepala 3x, sambil menyela-nyela agar air meresap ke kulit
5. Meratakan air ke seluruh badan, menggosok agar air sampai ke kulit.

Untuk lebih lengkapnya, marilah kita simak rekaman kajian pada:
– Hari : Kamis
– Tanggal : 19 Dzulqo’dah 1433 / 4 Oktober 2012
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu
– Kitab : Al Mulakhosul Fiqhi karya Syaikh Sholih Al Fauzan hafizahullah | download
– Materi : Tata Cara mandi Sempurna
– Pemateri : Al Ustadz Abul Hasan ‘Aliy Cawas
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Tata Cara Mandi Sempurna
4.8

Barakallahu fiikum

[Al Mulakhoshul Fiqhi] Penyebab Wajibnya Mandi

Asy Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah dalam kitabnya juga menjelaskan tentang 6 hal yang membuat wajibnya mandi:
1. Keluarnya mani
2. Masuknya kemaluan laki-laki ke kemaluan perempuan
3. Orang kafir yang masuk Islam
4. Orang muslim yang meninggal dunia
5. Haidh
6. Nifas
Untuk lebih lengkapnya, marilah kita simak rekaman kajian pada:
– Hari : Kamis
– Tanggal : 12 Dzulqo’dah 1433 / 27 September 2012
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu
– Kitab : Al Mulakhosul Fiqhi karya Syaikh Sholih Al Fauzan hafizahullah | download
– Materi : Penyebab Wajibnya Mandi
– Pemateri : Al Ustadz Abul Hasan ‘Aliy Cawas
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Penyebab Wajibnya Mandi
4.5

Barakallahu fiikum

Pembatal Wudhu dan Pembatal Wudhu yang dalam Perselisihan Pendapat

Dalam kitabnya yang berjudul Al Mulakhosul Fiqhi, di Bab Penjelasan pembatal-pembatal wudhu, Asy Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhahullah juga menjelaskan hal yang termasuk pembatal wudhu, namun masih dalam perselisihan di kalangan para ulama ahli ilmu.
Ada beberapa hal yang beliau jelaskan:

  1. Memegang kemaluan secara langsung
    Yang rajih adalah membatalkan wudhu
  2. Menyentuh wanita (lawan jenis)
    Yang kuat adalah tidak membatalkan wudhu
  3. Memandikan Jenazah kaum muslimin
    Pendapat yang kuat adalah tidak membatalkan wudhu
  4. Murtad, kemudian kembali masuk Islam
    Pendapat yang kuat tidak membatalkan wudhu
Untuk lebih lengkapnya, marilah kita simak rekaman kajian pada:
– Hari : Kamis
– Tanggal : 220 Syawal 1433 / 6 September 2012
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu
– Kitab : Al Mulakhosul Fiqhi karya Syaikh Sholih Al Fauzan hafizahullah | download
– Materi : Pembatal Wudhu dan Pembatal Wudhu yang dalam Perselisihan Pendapat
– Pemateri : Al Ustadz Abul Hasan ‘Aliy Cawas
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Pembatal Wudhu dan PembatalWudhu yg dalam Perselisihan Pendapat
4.8

Barakallahu fiikum

%d blogger menyukai ini: