[Kitabul Adab] Hadits 683-686: Malu & Menjaga Rahasia

Hakikat dari sifat malu adalah sebuah perangai yang menyebabkan seseorang meninggalkan perbuatan rendahan. Abul Qosim Al Iraqi mengatakan bahwa malu adalah seorang yang memperhatikan kepada nikmat-nikmat Allah dan memperhatikan kekurangannya dalam bersyukur kepada Allah.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak rekaman kajian yang telah terselenggara pada:
– Hari : Selasa
– Tanggal : 10 Dzulqo’dah 1433 / 25 September 2012
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu
– Kitab : Kitabul Adab, dari Kitab Riyadhus Shalihin [download | 10.5 MB]
– Pemateri : Al Ustadz ‘Abdul Malik
– Tema: Malu & Menjaga Rahasia

Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Hadits 683-686: Malu & Menjaga Rahasia
5.27

Barakallahu fiikum jami’an.

[Kitabul Adab] Muqoddimah & Malu adalah Bagian dari Iman

Suatu kenikmatan di atas nikmat yang diberikan oleh Allah adalah kenikmatan menuntut ilmu. ‘Umar bin Al Khaththab mengatakan bahwasanya orang cerdas bukanlah orang yang sekedar tau mana yang baik dan buruk, tetapi yang bisa memilih 1 kebaikan yang terbaik diantara 2 kebaikan, dan bisa memilik keburukan yang paling ringan jika terpaksa dihadapkan dengan 2 keburukan. Maka dari itu, menuntut ilmu sangat diperlukan.
Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan bahwa sebab kerusakan ada 2:
  1. Hawa Nafsu tanpa ilmu
  2. Orang yang alim tapi jahat

Anjuran Memiliki Rasa Malu

Bismillah..

عن أبي مسعود عقبة بن عمرو الأنصاري البدري – رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” إن ما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى , إذا لم تستح فاصنع ما شئت ” رواه البخاري

Artinya:

Dari Abu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Sesungguhnya diantara yang didapat manusia dari kalimat kenabian yang pertama ialah : Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari)

[Bukhari no. 3483]

Beberapa faedah dari hadits ini adalah:

  1. Semua rasa malu akan mendatangkan keabikan. Orang yang mempunyai rasa malu yang banyak, maka akan banyak pula kebaikannya.
  2. Rasa malu yang menghalangi seseorang untuk melajar, merupakan rasa malu yang tercela krena merupakan kelemahan.
  3. Wajib kepada wali untuk menanamkan rasa malu kepada anak-anak mereka.
  4. Malu akan memelihara kehormatan dan memudahkan untuk menepati janji.
  5. Orang yang tidak punya rasa malu akan mendorongnya untuk melakukan perbuatan jelek.
  6. Malu adalah cabang dari keimanan yang wajib.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak rekaman kajian yang disampaikan oleh Al Ustadz Abu Nafi’ Sukadi berikut ini:

http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Kajian%20Rutin/arbain_an_nawawiyah/20110105-Hadits_keduapuluh.mp3%20

Download | MP3 | 2.94 MB

Barakallahu fiikum jami’an.

%d blogger menyukai ini: