[Al Mulakhosul Fiqhi] Istihadhoh dan Hukum-Hukum yang Syari’at yang Terkait Dengannya

Istihadhoh adalah keluarnya darah di luar waktu haidh, yang keuar dengan membanjir (banyak) dan berasal dari urat.
Keadaan perempuan yang mengalami istihadhoh ada 3, yakni:
  1. Seorang perempuan telah memiliki kebiasaan haidh yang teratur (jumlah hari dan waktunya), maka yang dianggap darah haidh adalah seperti adat kebiasaannya, sisanya dianggap sebagai darah istihadhoh.
  2. Seorang perempuan tidak mempunyai kebiasaan haidh yang teratur, namun mampu membedakan dengan jelas antara darah haidh dengan darah istihadhoh dari cirinya (warna hitam, kental, dan berbau khas).
  3. Seorang perempuan tidak mempunyai kebiasaan haidh yang rutin (atau mungkin lupa, -red*), dan tidak mampu membedakan dengan jelas perbedaan darah haidh dan istihadhoh, maka yang dianggap haidh adalah seperti kebanyakan perempuan, yakni 6-7 hari.

Maka, untuk mengetahui keadaan perempuan yang keluar darah, dilakukan seperti ketiga urutan di atas.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: