[Al Mulakhosul Fiqhi] Rukun Sholat (2) Takbiratul Ihram; (3) Membaca Al Fatihah

Dalam pertemuan ke-42 pembacaan kitab Al Mulakhosul Fiqhi, dijelaskan mengenai rukun sholat yang ke-2 dan ke-3, yakni:

Rukun ke-2: Takbiratul Ikhrom di awal sholat

Takbir yang menjadi rukun adalah yang pertama (di awal sholat). Takbiratul ikhram mebabkan seorang haram melakukan perkara-perkara di luar sholat. Lupa maupun dengan sengaja tidak takbiratul ikhram akan menyebabkan batal sholatnya dari awal hingga akhir.

Adapun kondisi tertentu, yakni:
1. Jika orang bisu; maka pendapat yang rajih adalah cukup membaca takbir di dalam hati jika tidak perlu dengan lisannya
2. Jika seorang yang tidak bisa bahasa Arab dan belum bisa mengucap takbir, maka boleh mengganti dengan bahasanya sendiri yang mempunyai makna sama.

Kalimat takbir dalam sholat tidak boleh diganti dengan kalimat yang lain, misalnya Allahu a’dhom.
Baca lebih lanjut

[Al Mulakhosul Fiqhi] Syarat Pakaian dan Batas Aurat Laki-Laki

Agama Islam memanglah agama yang sangat sempurnya, sehingga pakaian yang bisa dipakai untuk menutup aurat pun ada syarat-syaratnya, yakni:
1. Tidak menggambarkan kulit/membentuk tubuh
2. Bersih dan suci dari najis
3. Merupakan pakaian mubah, bukan pakaian yang harom baik dari zat, sifat, dan asal memperolehnya.

Aurat laki-laki menurut pendapat yang terkuat dibedakan menjadi dua, yakni mugholadhoh dan mukhoffafah.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak rekaman kajian pada:

– Hari : Kamis
– Tanggal : 23 Jumadits Tsaniyyah 1434 / 2 mei 2013
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu, Klaten
– Kitab : Al Mulakhosul Fiqhi karya Syaikh Sholih Al Fauzan hafizahullah | download
– Materi : Syarat Pakaian dan Batas Aurat Laki-Laki
– Pemateri : Al Ustadz Abul Hasan ‘Aliy Cawas
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Syarat Pakaian dan Batas Aurat Laki-Laki
5.3

Barakallahu fiikum

[Al Mulkhosul Fiqhi] Kriteria Muadzin dan Lafadz Adzan

Beberapa kriteria atau sifat yang hendakya ada pada muadzin adalah

  1. Mempunyai suara, yakni:
    – Kuat / keras suaranya
    – Suaranya merdu
    – Bagus dalam pengucapan adzan
  2. Orang yang terpercaya
  3. Orang yang berilmu tentang masuknya waktu adzan

Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak rekaman kajian pada:

– Hari : Kamis
– Tanggal : 3 Jumadil Ula 1434 / 14 Maret 2013
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu, Klaten
– Kitab : Al Mulakhosul Fiqhi karya Syaikh Sholih Al Fauzan hafizahullah | download
– Materi : Kriteria Muadzin dan Lafadz Adzan
– Pemateri : Al Ustadz Abul Hasan ‘Aliy Cawas
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Kriteria Muadzin dan Lafadz Adzan
5.4

Barakallahu fiikum

[Download] Daurah Jogja: “Ushul Fiqih” (10-12 Maret 2013)

20130310 MPR
Berikut ini adalah rekaman daurah yang telah terselenggara pada:
– Hari : Ahad – Selasa
– Tanggal: 27-29 Robi’uts Tsaniy 1434 / 10 -12 Maret 2103
– Tempat: Masjid Pogung Raya, DIY
– Tema : Ushul Fiqih
– Pemateri : Al Ustadz Kholiful Hadi (Alumni Daarul Hadits, Yaman)
– Kitab Rujukan: Ar Risalah Mukhtasarah fi Ushul Fiqhi, karya Syaikh ‘Abdurrahman As Si’di [download PDF | 170 KB]

[Al Mulakhosul Fiqhi] Istihadhoh dan Hukum-Hukum yang Syari’at yang Terkait Dengannya

Istihadhoh adalah keluarnya darah di luar waktu haidh, yang keuar dengan membanjir (banyak) dan berasal dari urat.
Keadaan perempuan yang mengalami istihadhoh ada 3, yakni:
  1. Seorang perempuan telah memiliki kebiasaan haidh yang teratur (jumlah hari dan waktunya), maka yang dianggap darah haidh adalah seperti adat kebiasaannya, sisanya dianggap sebagai darah istihadhoh.
  2. Seorang perempuan tidak mempunyai kebiasaan haidh yang teratur, namun mampu membedakan dengan jelas antara darah haidh dengan darah istihadhoh dari cirinya (warna hitam, kental, dan berbau khas).
  3. Seorang perempuan tidak mempunyai kebiasaan haidh yang rutin (atau mungkin lupa, -red*), dan tidak mampu membedakan dengan jelas perbedaan darah haidh dan istihadhoh, maka yang dianggap haidh adalah seperti kebanyakan perempuan, yakni 6-7 hari.

Maka, untuk mengetahui keadaan perempuan yang keluar darah, dilakukan seperti ketiga urutan di atas.

Baca lebih lanjut

[Al Mulakhosul Fiqhi] Kotoran Hewan yang Najis dan Tidak Najis

Pada pertemuan ke-18 pembacaan kitab Al Mulakhosul Fiqhi, ada beberapa faedah yang bisa kita peroleh. Diantaranya adalah jenis-jenis kotoran hewan yang najis dan tidak najis:
  1. Hewan yang dagingnya halal dimakan, maka kencing dan kotorannya tidak najis
  2. Hewan yang dagingnya haram dimakan, maka kencing dan kotorannya najis
  3. Hewan yang dagingnya haram dimakan tetapi hewan itu berada di sekitar kita dan ukurannya sebesar kucing atau lebih kecil (semisal kucing, tikus, cicak) maka kencing dan kotorannya tidak najis.
Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak rekaman kajian pada:
– Hari : Kamis
– Tanggal : 15 Shafar 1434 / 27 Desember 2012
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu
– Kitab : Al Mulakhosul Fiqhi karya Syaikh Sholih Al Fauzan hafizahullah | download
– Materi : Kotoran Hewan yang Najis dan Tidak Najis
– Pemateri : Al Ustadz Abul Hasan ‘Aliy Cawas
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Kotoran Hewan yang Najis dan Tidak Najis
5.4

Barakallahu fiikum

[Al Mulakhosul Fiqhi] Sebab dan Shifat Tayamum

Beberapa sebab yang membolehkannya tayamum adalah:
  1. Jika sama sekali tidak ada air
  2. Jika ada air, tapi hanya cukup untuk minum, atau memasak, atau memberi minum hewan
  3. Jika ada air, tapi akan membahayakan jika digunakan
  4. Jika ada air, tapi tidak boleh banyak bergerak untuk berwudhu
  5. Jika khawatir hawa dingin
  6. Jika ada air, tapi ada mara bahaya untuk memperolehnya
Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak rekaman kajian pada:
– Hari : Kamis
– Tanggal : 24 Dzulhijjah 1433 / 8 November 2012
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu
– Kitab : Al Mulakhosul Fiqhi karya Syaikh Sholih Al Fauzan hafizahullah | download
– Materi : Sebab dan Shifat Tayamum
– Pemateri : Al Ustadz Abul Hasan ‘Aliy Cawas
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Sebab dan Shifat Tayamum
6.1

 

Barakallahu fiikum

%d blogger menyukai ini: