[Al Mulakhosul Fiqhi] Istihadhoh dan Hukum-Hukum yang Syari’at yang Terkait Dengannya

Istihadhoh adalah keluarnya darah di luar waktu haidh, yang keuar dengan membanjir (banyak) dan berasal dari urat.
Keadaan perempuan yang mengalami istihadhoh ada 3, yakni:
  1. Seorang perempuan telah memiliki kebiasaan haidh yang teratur (jumlah hari dan waktunya), maka yang dianggap darah haidh adalah seperti adat kebiasaannya, sisanya dianggap sebagai darah istihadhoh.
  2. Seorang perempuan tidak mempunyai kebiasaan haidh yang teratur, namun mampu membedakan dengan jelas antara darah haidh dengan darah istihadhoh dari cirinya (warna hitam, kental, dan berbau khas).
  3. Seorang perempuan tidak mempunyai kebiasaan haidh yang rutin (atau mungkin lupa, -red*), dan tidak mampu membedakan dengan jelas perbedaan darah haidh dan istihadhoh, maka yang dianggap haidh adalah seperti kebanyakan perempuan, yakni 6-7 hari.

Maka, untuk mengetahui keadaan perempuan yang keluar darah, dilakukan seperti ketiga urutan di atas.

Baca lebih lanjut

[Download] Daurah Cilacap : “Sebab Perpecahan Ahlus Sunnah” & “Sikap Al Wala’ wal Bara'” (30 Sept 2012)

Berikut ini adalah rekaman daurah yang telah terlaksana pada:
– Hari : Ahad
– Tanggal : 14 Dzulqo’dah 1433 / 30 September 2012
– Tempat: Masjid Al Jihad, Kompleks Ma’had Al Manshuroh, Cilacap
– Tema : Sebab Perpecahan Ahlus Sunnah dan Sikap Al Wala’ wal Bara’
– Pemateri : Al Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
No
Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
1
Sebab Perpecahan Ahlussunah – bagian 1
7.6
2
Sebab Perpecahan Ahlussunnah – bagian 2
6.5
3
Sikap Al Wala’ wal Bara’ – bagan 1
8.4
4
Sikap Al Wala’ wal Bara’ – bagan 2
8.4

Sumber: almanshurohcilacap

Barakallahu fiikum

%d blogger menyukai ini: