[Kitabul Adab] Muqoddimah & Malu adalah Bagian dari Iman

Suatu kenikmatan di atas nikmat yang diberikan oleh Allah adalah kenikmatan menuntut ilmu. ‘Umar bin Al Khaththab mengatakan bahwasanya orang cerdas bukanlah orang yang sekedar tau mana yang baik dan buruk, tetapi yang bisa memilih 1 kebaikan yang terbaik diantara 2 kebaikan, dan bisa memilik keburukan yang paling ringan jika terpaksa dihadapkan dengan 2 keburukan. Maka dari itu, menuntut ilmu sangat diperlukan.
Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan bahwa sebab kerusakan ada 2:
  1. Hawa Nafsu tanpa ilmu
  2. Orang yang alim tapi jahat
Berkaitan dengan Adab, Asy Syaikh Ibnul ‘Utsaimin pernah mengatakan:
  • Adab adalah perangai hamba, yang dengan perangai tersebut sang hamba dapat menata hidupnya
  • Makna Adab adalah perangai yang mana orang dapat berhias sehingga mendapat pujian dan sanjungan dari Allah
Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah juga mengatakan:
  • Adab adalah berkumpulnya perangai-perangai yang baik pada hamba
  • Adab adalah ilmu yang mempelajari kebagisan dalam bicara dan ketepatan ketika bicara dengan memperbaiki pembicaraannya, menjaga diri dari berbagai kekeliruan
Adab juga terbagi menjadi 3, yakni:
  1. Adab kepada Allah
    Ini merupakan yang pertama dan paling utama
  2. Adab kepada Rasulullah dan ketetapan Syari’at
    Yang termasuk adab kepada Rasulullah adalah tidak meninggikan suara ketika rasul berbicara atau dibacakan hadits dari Rasulullah; Tidak mendahului ucapan (hukum) Allah dan Rasul-Nya
  3. Adab kepada sesama makhluk, baik itu muslim maupun kafir.

٦٧٩-عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم مر على رجلٍ من الأنصار وهو يعظ أخاه في الحياء، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: دعه فإن الحياء من الإيمان -متفقٌ عليه-.

679. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah  berjalan melalui seorang lelaki dari golongan kaum Anshar dan ia sedang menasihati saudaranya tentang hal sifat malu – yakni malu mengerjakan kejahatan. Kemudian Rasulullah bersabda: “Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari keimanan.”
(Muttafaq ‘alaih)

٦٨٠-وعن عمران بن حصينٍ، رضي الله عنهما، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الحياء لا يأتي إلا بخيرٍ (متفقٌ عليه).
وفي روايةٍ لمسلمٍ: الحياء خيرٌ كله أو قال: الحياء كله خيرٌ.

680. Dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah bersabda: “Sifat malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Sifat malu itu baik seluruhnya.” Atau beliau  bersabda: “Malu itu semuanya baik.”

٦٨١-وعن أبي هريرة رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: الإيمان بضعٌ وسبعون، أو بضعٌ وستون شعبةً، فأفضلها قول لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق، والحياء شعبٌة من الإيمان (متفق عليه).

681. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘andu, katanya: Rasulullah  bersabda: “Keimanan itu ada tujuhpuluh sekian atau keimanan itu cabangnya ada enampuluh sekian. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendahrendahnya ialah menyingkirkan apa-apa yang berbahaya -semacam batu, duri, lumpur, abu kotoran dan Iain-Iain sebagainya -dari jalanan. Sifat malu adalah suatu cabang dari keimanan itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak rekaman kajian yang telah terselenggara pada:
– Hari : Selasa
– Tanggal : 25 Syawal 1433 / 11 September 2012
– Tempat : Masjid Mapolsek Delanggu
– Kitab : Kitabul Adab, dari Kitab Riyadhus Shalihin [download | 10.5 MB]
– Pemateri : Al Ustadz ‘Abdul Malik
– Tema: Muqoddimah, Malu adalah Bagian dari Iman

Judul
Mainkan
Size (MB)
Unduh
Muqoddimah, Malu adalah Bagian dari Iman
5.27

Barakallahu fiikum jami’an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: