Siaran Langsung Daurah Fiqih Nasional 2

Daurah Fiqih Nasional 2 di Cepogo Boyolali, bersama Al Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sunusi:

http://radio.syiarsunnah.com:8000/;stream.nsv

Dengar via winamp:
klik di sini untuk mendengar via winamp

http://an-nashihah.net/
http://www.annashradio.com/
http://live.syiarsunnah.com/

Untuk wilayah Solo dan sekitarnya, bisa menedengarkannya lewat radio Al Madinah dengan gelombang 102.7 FM

Jadwal Kajian:
05:15 – 06:30  Materi Dauroh |Al Ustadz Dzulqornain

06:30 – 09:00 ISTIRAHAT

09:00 – 12:00 Materi Dauroh |Al Ustadz Dzulqornain

12:30 – 13:15 Tausiyah Asatidzah

13:15 – 15:30 ISTIRAHAT & Shalat Ashar

15:30 – 17:00 Materi Dauroh |Al Ustadz Dzulqornain

17:00 – 18:15 Istirahat MCK & Shalat Magrib

18:15 – 20:30 Materi Dauroh |Al Ustadz Dzulqornain

20:30 – 05:15 ISTIRAHAT

Jadwal Tausiyah Asatidzah:

  • Senin, 28 Juni 2010 | Keutamaan menuntut ilmu | Al Ustadz Jauhari
  • Selasa, 29 Juni 2010 | Kiat-kiat keberhasilan dalam menuntut ilmu | Al Ustadz Muhammad Na’im
  • Rabu, 30 Juni 2010 | Usul dan kaidah manhaj salaf | Al Ustadz Abul Hasan Ali
  • Kamis, 1 Juli 2010 | Adab – adab Penuntut ilmu | Al Ustadz Abdurrazaq
  • Jum’at, 2 Juli 2010 | Khutbah jum’at
  • Sabtu, 3 Juli 2010 | Beberapa kesalahan dalam menuntut ilmu | Al Ustadz Abdulloh
  • Ahad, 4 Juli 2010 | Berbekal untuk negeri akhirat | Al Ustadz Abu Ahmad
  • Senin, 5 Juli 2010 | Adab terhadap para ulama’ | Al Ustadz Hanan Bahanan
  • Selasa, 6 Juli 2010 | Indahnya di Atas Manhaj Salaf | Al Ustadz Bashiron
  • Rabu, 7 Juli 2010 | Pentingnya ilmu syari’at dalam kehidupan | Al Ustadz Abdul Jabbar
Download kitab daurah (PDF) NEW

Bonus murottal salah seorang santri Ma’had Al Madinah:

Asy Syams

Al Lail


Agama adalah Nasehat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

عَنْ أَبِي ُرقَيَّةَ تَمِيْمِ بْنِ أَوْسِ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : ِللهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim”

Arti nasehat secara bahasa adalah:

  1. Menyaring / memurnikan
  2. Menjahit

Sisi kesamaan antara menjahit dan menasehati adalah sama-sama menambal dan menutupi kekurangan orang yang dinasehati.

Arti nasehat secara istilah:

  1. Suatu kata yang diungkapkan dalam bentuk kalimat, yaitu keinginan kebaikan untuk orang yang dinasehati.
  2. Perhatian hati kepada yang dinasehati, siapapun dia.

Nasehat kepada Allah mempunyai arti perhatian hati kepada Allah.

Makna nasehat untuk Allah:

  1. Mendahulukan hak Allah sebelum hak manusia
  2. Benar keyakinannya berkenaan dengan mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan niat.
  3. Sangat perhatian untuk mengikuti apa yang Allah cintai.
  4. Tidak ridho terhadap maksiat yang dilakukan oleh orang yang bermaksiat, dan mencintai orang yang taat kepada Allah.
  5. Menuntut ketika melaksanakan kewajiban, dilaksanakan sesempurna mungkin.

Cara meningkatkan kualitas amal shalih:

  1. Koreksi tentang keikhlasan
  2. Mengkoreksi beribadah karena cinta kepada atau tidak
  3. Ada ittiba’ Nabi
  4. Menyadari bahwa amal shalih kebaikannya akan kembali kepada diri sendiri
  5. Menyadari bahwa kita bisa beribadah karena anugerah Allah
  6. Menyadari bahwa amal ibadah yang dilakukan masih ada kekurangan

Nasehat kepada kitab mempunyai arti perhatian hati kepada kitab.

Makna nasehat kepada kitab:

  1. Seseorang harus yakin bahwa kitab turun dari sisi Allah adalah benar.
  2. Mengagungkannya, mensucikannya.
  3. Sangat cinta kepada kitab.
  4. Meyakini bahwa kitab Allah tidak dating padanya kebathilan.
  5. Meyakini bahwa Al Qur’an menjelaskan segala sesuatu
  6. Semangat untuk membacanya.
  7. Semangat mendtadzabburi (membaca, merenungi makna, dan dikeluarkan hukum-hukum darinya).

Nasehat kepada Rasulullah berarti mempunyai perhatian hati kepada Rasulullah.

Makna nasehat kepada Rasulullah:

  1. Membenarkan kenabian beliau
  2. Mencurahkan ketaatan kepada yang diperintah dan dilarang

Ketika Rasulullah sudah wafat, yang harus dilakukan adalah:

  1. Semangat mempelajari hadits
  2. Semangat mempelajari akhlaq dan adab
  3. Sangat marah kepada orang yang menyelisihi sunnah beliau
  4. Memusuhi orang yang memusuhi nabi, mencintai orang yang dicintai nabi
  5. Berakhlaq dan beradab dengan akhlaq beliau, mencintai keluarga dan para sahabatnya
  6. Membenarkan yang dikhabarkannya, menyembah Allah sesuai petunjukknya

Nasehat kepada imam kaum muslimin berarti menginginkan kebaikan untuk imam kaum muslimin.

Makna nasehat kepada imam kaum muslimin:

  1. Ketika dia cinta pemimpinnya baik
  2. Membantu penguasa berkaitan dengan perkara yang benar
  3. Mentaati mereka selama perintahnya ketaatan kepada Allah
  4. Kalau mereka salah, dinasehati secara sembunyi-sembunyi
  5. Meninggalkan memberontak kepada mereka, meskipun mereka dzalim

Nasehat kepada kaum muslimin berarti menginginkan kebaikan untuk mereka.

Makna nasehat kepada kaum muslimin:

  1. Meluruskan mereka kepada perkara yang baik
  2. Mengjari mereka
  3. Menutupi aib mereka
  4. Menolong mereka ketika diganggu musuh
  5. Menjauhi menipu mereka dan hasad kepada mereka
  6. Cinta kepada mereka seperti cinta kepada diri sendiri

Untuk lebih lengkapnya, silakan simak rekaman kajian bersama Al Ustadz Abu Nafi’ Sukadi berikut ini

Download |5.2 MB|

KEDUDUKAN SUNNAH DALAM ISLAM

Bismillah.

Al Qur’an dan As Sunnah merupakan wahyu yang wajib dijadikan pedoman bagi setiap muslim. Menurut Imam Syafi’i rohimahullah, ada 3 kelompok yang menolak keberadaan As Sunnah, mereka Adalah:
1. Qur’aniyyun. Mereka menolak semua hadits Rasulullah.
2. Kelompok yang menolak hadits ahad atau hadits dari sebagian sahabat.
3. Kelompok yang menolak hadits yang tidak ada pokoknya dalam Al Qur’an.

Alasan mengapa hadits perlu kita taati adalah:
1. Hadits Nabi sama dengan Al Qur’an
Jalan selamat dari kesesatan adalah berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah.

2. Hadits Nabi adalah wahyu

3. As Sunnah merupakan penafsir Al Qur’an

4. Allah memerintahkan kita mengikuti As Sunnah

5. Para salaf tidak membedakan antara Hadits dengan Al Qur’an

6. Seseorang tak akan mengerti cara beribadah dengan Al Qur’an, karena rinciannya ada pada Hadits Nabi.

7. Sunnah juga terjaga sebagaimana Al Qur’an.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak rekaman kajian bersama Al Ustadz Abu Nafi’ Sukadi berikut ini:
Download |4.2 MB|

%d blogger menyukai ini: