Orang Tua Meninggal dalam Keadaan Non Muslim

Pertanyaan:
Bagaimana kalau kita punya orang tua yang sudah meninggal tapi dalam keadaan tidak muslim (beragama lain) dan kita selalu mendo’akannya dan memintakan ampun kepada Allah, apakah do’a kita diterima Allah? Apa Kewajibannya?

Jawab: (oleh Al Ustadz Muhammad Na’im, Lc)
Seorang anak selalu diwajibkan untuk berbakti kepada orang tua yang merupakan kewajiban ke-2 setelah berbakti kepada Allah ta’ala. Sebagaimana surat Al Baqarah ayat 83. Dan Surat Al Isra’ ayat 23-25: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia… (dan seterusnya)”.

Baik ketika keduanya masih hidup ataupun sujad meninggal jika keduanya beragama Islam. Adapun jika berbeda agama, maka kewajiban berbakti kepada keduanya hanya di saat ,asih hidup saja. Baca surat Luqman ayat ke 14-15. Adapun setelah keduanya meninggal, maka tidak boleh kita mendo’akannya ataupun memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka. Karena, hal itu telah dilarang oleh Allah Ta’ala di surat At Taubat ayat ke 113-114.

Adapun jika keduanya beriman, kewajiban berbakti kepada keduanya adalah dengan selalu mendoa’akannya dan memohonkan ampunan untuk keduanya. Juga bershadaqah diatasnamakan keduanya, menghajikannya (sebagaimana hadits Syubramah). dan diikutkan dalam niat ibadah Qurban. Maka do’a seorang anak kepada Allah untuk kedua orang tuanya akan sampai. Karena, anak merupakan hasil usaha orang tuanya. Sebagaimana dijelaskan oleh al Hafidz Ibnu Katsir yang menukil perkataan Imam Syafi’i tentang penjelasan surat An Najm ayat 39-41.

Sumber: Buletin Istiqomah edisi 015

Satu Tanggapan

  1. bagaimana jika orangtua yg nonmuslim tsb meninggal, apakah anak hrs mengurus jenazahnya, bagaimana hukumya?

    Jawaban dari Al Ustadz Abu Nafi’ Sukadi:
    “Dikubur saja. Seperti halnya Rasulullah mengubur Abu Tholib. Tanpa perlu mengkafaninya”

    Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: